Melansir dari Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas 8, Heriyanto, S.Pd., M.Pd., 2021, dijelaskan secara singkat bahwa arti atau makna "Buku adalah jendela ilmu pengetahuan" adalah dengan membaca buku, pikiran kita lebih terbuka dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Digambarkan bahwa jendela adalah sesuatu yang berfungsi untuk melihat ke arah luar.Makna: Segala sesuatu akan berhasil apabila dikerjakan secara bergotong-royong (bersama-sama). Pihak Tertuju: Seluruh masyarakat. e. Slogan: Pembeli adalah raja. Makna: Dalam berdagang, pihak penjual harus bisa memberikan produk dan pelayanan terbaik kepada para pembeli. Pihak Tertuju: Para penjual. Begitu juga dengan manusia, semboyan ini mengandung makna bahwa manusia harus terus bersatu dan mempupuk rasa persatuan dan kesatuan agar terhindar dari perpecahan. Persatuan dan kesatuan juga dapat berarti persaudaraan. Dalam sebuah persaudaraan, orang-orang menginginkan kehidupan yang damai dan tentram sehingga persatuan dan kesatuan dapat Oleh karena itu, terdapat istilah slogan dan poster. a. Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang dipakai sebagai dasar tuntuntan (pegangan hidup); prinsip utama dari suatu usaha, organisasi, dan sebagainya. Slogan sering pula disebut moto atau semboyan. Slogan lebih mengutamakan kepadatan makna dan kehematan kata-kata. Contoh: Berdiri
Slogan adalah pengertian ciri tujuan jenis dan contoh. "mulai lah menulis, jangan berpikir. Ya, benar buku adalah jendela dunia, pintu menuju kesuksesan tetapi membaca adalah kunci untuk membuka pintu kesuksesan tersebut. Slogan pengertian ciri tujuan penulisan contoh gambar. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sebagainya.
Dilansir Tribunnews.com, pada bagian ini, siswa diminta untuk memaparkan makna pada slogan. Pada halaman 33 buku Bahasa Indonesia kelas 8 tersebut terdapat tugas tentang menjelaskan makna slogan-slogan dan pihak tertuju. Simak inilah kunci jawaban soal Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP/MTs pada Halaman 33: Jelaskan makna slogan-slogan berikut! Kegunaan: Slogan ini bisa digunakan untuk menumbuhkan kesadaran bagi orang tua, wali, atau pihak-pihak terdekat dari seorang anak agar bisa ikut terlibat dalam proses mendidik. "Pendidikan yang tepat bisa mengubah siapa saja. .