Salahsatunya Air Terjun Proklamator, tempat healing di alam yang cocok untuk pencinta wisata air. Tidak jauh dari Lembah Anai, air terjun ini tepatnya berada di Kanagarian Singgalang, Sapuluah Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Jaraknya sekitar 1,5 jam perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

I continued my journey across Japan by Shinkansen. The 2nd city I visit in Japan is Kyoto, a city that is loved by almost every foreigners. But how come I can visit 1600 Buddhist temples and 400 Shinto shrines in just 4 days?. Which ones I should visit first? Shinkansen melaju dengan pesat melewati stasiun Tokyo. 2 jam kemudian, tepatnya jam 10 malam, saya tiba di Kyoto, kota kedua dalam rangkaian trip ke Jepang musim dingin kemarin. Karena udah capek banget setelah seharin muter-muter Yokohama, saya putuskan langsung naik bus menuju hotel. Dalam waktu 1 jam, saya udah siap istirahat demi bisa jalan-jalan ke Kyoto dengan maksimal keesokan harinya. Cuma saya agak penasaran dengan hal yang saya temui pas check-in di hotel. Resepsionisnya adalah orang Spanyol, sementara pegawai hotel yang bertugas bersih-bersih itu cowok Prancis. Keduanya mengaku udah kerja disini selama lebih dari 1 bulan pakai visa working holiday. Katanya sih mereka milih kerja di Kyoto karena suka dan betah tinggal di kota ini. Hal yang juga sering saya dengar maupun baca di beberapa travel blogs. Apa bener Kyoto se-magical itu sampai bikin banyak foreigners kepingin tinggal di kota ini?. I’ll find out very soon… JALAN-JALAN KE KYOTO IBUKOTA JEPANG YANG SELAMAT DARI PD II Every traveler hoping to get a glimpse of old Japan should visit Kyoto. Kota yang ditinggali sekitar 1,5 juta penduduk ini memiliki cultural treasures terbanyak di Jepang, mulai dari Buddhist temples, Shinto shrines, taman, dan istana yang termasuk 17 UNESCO World Heritage Site di Kyoto. Menjadikan jalan-jalan ke Kyoto bak ke surga bagi history buff seperti saya. Ibukota perfecture Kyoto yang berada di Kansai region ini dulunya bernama Heian-kyo artinya ibukota yang damai dan tenang. Saat ditetapkan sebagai ibukota Jepang yang baru pada tahun 794, Heian-kyo dibangun mengikuti model ibukota Tiongkok pada masa dinasti Tang, Chang’an. Penunjukan Heian-kyo sebagai ibukota Jepang yang baru sekaligus menandai dimulainya periode Heian dalam sejarah Jepang. Heian-kyo/Kyoto menyandang status sebagai ibukota hingga akhirnya ibukota dipindah ke Edo/Tokyo pada tahun 1869 saat Restorasi Meiji. Sepanjang sejarah, Kyoto telah berkali-kali mengalami kehancuran karena perang dan bencana alam. Namun kota di Jepang bagian barat ini selamat dari perang dunia kedua. Berkat exceptional historic value yang dimiliki Kyoto, nama Kyoto pun dihapus dari daftar kota yang ditargetkan akan dibom Amerika dengan bom atom pada perang dunia II. Makanya banyak temple, shrine, dan bangunan bersejarah lainnya yang selamat dari kehancuran berskala besar saat perang dunia kedua dan masih berdiri hingga sekarang. Kini Kyoto dikenal sebagai cultural capital of Japan dan salah satu major tourist destinations in Japan. Beberapa kota dekat Kyoto diantaranya adalah Osaka, yang berjarak hanya 43 km dari Kyoto, Nara yang berjarak 35 km jauhnya. Ke Kyoto dari Osaka hanya memakan waktu 15 menit dengan shinkansen. JALAN-JALAN KE KYOTO HOW TO GET THERE Jalan-jalan ke Kyoto saya mulai dengan naik shinkansen dari Tokyo station menggunakan 7 days JR Pass yang saya beli disini sebelum berangkat ke Taiwan dan Jepang dengan harga Seat sudah saya reserved dulu siang harinya di kantor JR di Ueno station. Jadi enak, tinggal duduk nyaman nikmatin perjalanan dan gak khawatir digusur oleh penumpang lain. Perjalanannya sendiri memakan waktu 2 jam 43 menit. Sekitar jam 10 malam, shinkansen tiba di Kyoto station. Dari stasiun Kyoto, saya langsung nyari bus stop yang berada tepat di depan stasiun dan naik bus nomor 206 untuk menuju Santiago Guesthouse Kyoto. Tiketnya 230 yen per trip dan dibayar saat akan turun dari pintu depan bus, bisa dengan cash maupun kartu SUICA/ PASMO. Kalau kamu jalan-jalan ke Kyoto, sebaiknya beli Kyoto bus one-day pass seharga 500 yen. Pass bisa dibeli langsung ke supir bus. Dengan pass ini, kamu bisa naik bus secara unlimited di Kyoto asalkan tujuan kamu berada dalam flat rate zone. Waktu itu saya belum beli pass, baru beli pass keesokan harinya. JALAN-JALAN KE KYOTO GETTING AROUND Transportasi di Kyoto ada bus dan kereta. Tapi, selama jalan-jalan ke Kyoto, saya lebih sering makai bus daripada kereta. Dan memang kerasa banget hematnya kalau pakai Kyoto bus one-day pass karena sesering apapun naik turun bus tetep cuma keluar budget 500 yen. Sayangnya waktu itu saya sempet entah kenapa males beli pass dan kesasar beberapa kali. Jadi kalau diitung-itung rugi 1000an yen gitu. To navigate myself around Kyoto, I always rely on google maps. Kamu pun gak perlu ngapalin or nyatet mesti naik bus dan/ kereta tujuan mana selama jalan-jalan ke Kyoto. Cukup buka aja browser atau google maps app dan ikutin petunjuknya. Kalau masih kesasar juga? Take it easy lah, embrace it as the art of traveling. Toh at one point, you will find the right way to the destinations. JALAN-JALAN KE KYOTO WHERE TO STAY Akomodasi saya selama jalan-jalan ke Kyoto sangatlah convenient. Santiago Guesthouse Kyoto terletak di distrik Higashiyama yang dikenal sebagai temple and historic district-nya Kyoto, tepat di seberang kuil Kiyomizu-dera! Gimana gak enak banget tuh?. Kalau mau ke Gion juga tinggal jalan kaki, lurus aja selama 15 menit. Sementara itu kalau mau jajan ada combini Family mart yang berjarak 2 menit jalan kaki. Saya bayar 2150 yen per malam disini dan nginep di Santiago selama 4 malam. Hal yang paling saya suka dari guesthouse ini adalah kamarnya. Meski judulnya dormitory, tapi kamar’nya luas disertai dengan meja dan space yang cukup buat naruh koper. Kasurnya pun meski tipis tapi nyaman dan empuk banget. Pas saya pindah ke female dormitory hari berikutnya saya malah dikasih kamar yang lebih luas dari sebelumnya. Di lantai bawah ada lounge yang bisa dipakai buat mingle with other travelers, makan, atau kerja. Kalau kamu lagi malas makan keluar selama jalan-jalan ke Kyoto, guesthouse ini juga menyediakan masakan Nepali curry dengan harga lumayan terjangkau. Kenapa kari ala Nepal? Ya udah pasti karena kokinya orang Nepal dong. Fasilitas lainnya yang mempermudah hidup saya adalah adanya coin washing machine and dryer. Downsidenya ada pada kamar mandinya yang mana dicampur cowok dan cewek. Dan kadang bagian wastafel gak begitu bersih. Ya gimana mau bersih kalau semua tamu makai area kamar mandi yang sama. Bath up pun cuma ada 2 dan karena dicampur jadinya saya males berendam disitu dan terpaksa pakai shower deh. Selain itu, kamar tidur gak ada kuncinya, jadi siapa pun bisa masuk. JALAN-JALAN KE KYOTO THINGS TO SEE & DO Dengan adanya 1600 Buddhist temples and 400 Shinto shrines to visit selama jalan-jalan ke Kyoto, 4 hari disini udah pasti gak cukup untuk mengunjungi semua tempat diatas. Berikut beberapa yang paling terkenal dikalangan turis dan bisa kamu jadikan rekomendasi buat jalan-jalan ke Kyoto. Setiap tempat udah saya kasih keterangan lokasinya di Kyoto, misalnya Kyoto bagian utara atau timur. Kamu bisa coba nyusun itinerary berdasar letak masing-masing tempat dan mengunjungi beberapa tempat yang berada dalam satu area untuk menghemat waktu. Fushimi Inari Shrine/ Taisha Tak perlu dijelaskan lagi, Fushimi Inari adalah kuil paling terkenal dan paling ikonik di Kyoto. Ribuan gerbang merah atau Torii gates di kuil ini hampir selalu jadi background foto para traveler yang jalan-jalan ke Kyoto. Fushimi Inari yang berada di Kyoto bagian selatan adalah kuil Shinto terpenting diantara kuil yang didedikasikan untuk Inari, Shinto god of rice. Rubah diyakini sebagai messenger-nya Inari, sehingga ada banyak patung rubah kitsune yang menghiasi kuil dan juga di sepanjang jalan menuju puncak gunung Inari. Main hall Fushimi Inari tampak impressive karena didominasi warna merah. Tapi yang bikin saya puas saat kesini bukan karena bisa berkunjung dan ambil foto di lokasi paling ikonik di Kyoto, melainkan karena hiking ke puncak gunung Inari. Dengan memakai kimono, saya naik ribuan anak tangga selama lebih dari 1 jam agak lupa berapa lama tepatnya karena terlalu enjoying aktivitas hikingnya hingga akhirnya tiba di puncak gunung setinggi 233 meter. Selama di perjalanan menuju puncak ada banyak shrine kecil yang bisa ditengok plus view spektakuler kota Kyoto dari atas. Hiking trail menuju puncak gunung Inari ditandai dengan adanya 2 baris Torii gate yang disebut Senbon Torii thousands of torii gates. Setiap torii gate disumbangkan ke kuil oleh individu atau perusahaan. Di tiang tori gate-nya pun tertulis nama donatur dan tanggal berdonasi. Untuk menyumbang 1 buah torii gate, harganya mulai dari yen untuk torii berukuran kecil dan lebih dari 1 juta yen untuk torii gate ukuran besar. Tip Semakin ke atas semakin sedikit turisnya. Jadi kalau kamu mau ambil a perfect picture dengan background torii gate di Fushimi Inari saat jalan-jalan ke Kyoto, sebaiknya kamu naik ke atas. Jangan sampai melewatkan Fushimi Inari ya karena kuil ini adalah salah satu tempat instagrammable di Kyoto. 2. Kiyomizudera Temple Temple pertama yang saya datengin saat jalan-jalan ke Kyoto karena lokasinya deket banget. Kuil Buddha yang termasuk dalam daftar UNESCO World Heritage Site ini terkenal dengan struktur bangunannya yang berpanggung kayu, menjulang di ketinggian 13 meter dari sisi bukit di bawahnya. Karena lumayan gede, kamu perlu menyediakan waktu sekitar 2 jam kalau mau mengeksplor setiap bagian Kiyomizudera. Di bagian depan kuil, tepatnya di Zuigudo hall saya sempat mencoba masuk ke basement yang gelap yang katanya merupakan simbolisasi rahim ibu. Biayanya 100 yen. Di main hall ada patung Kannon, seorang Bodhisattva dengan 11 wajah dan banyak lengan. Sementara itu, di bawah main hall ada Otowa waterfall dimana kamu bisa ikut minum airnya. Air dari Otowa waterfall terbagi menjadi 3 bagian dan diyakini bila diminum akan memberikan umur panjang, sukses dalam urusan sekolah, dan beruntung dalam jodoh. Cuma kalau kamu minum ketiganya akan dianggap terlalu greedy. Satu hal yang saya suka dari Kiyomizudera adalah lokasinya yang berada di bukit. Suasananya tenang banget disini dan ada banyak pohon di sepanjang jalan. Saya sempet loh hiking ke bukit sekitar kuil karena impulsive aja hehe. Perjalanan dari/ ke Kiyomizudera juga seru karena melewati Higashiyama district yang dipenuhi rumah tradisional Jepang yang udah diubah jadi toko suvenir dan makanan. Kiyomizudera berada di Kyoto bagian timur. Tiket masuk 400 Yen 3. Gion Distrik geisha yang paling terkenal di Kyoto. Gion berada di sekitar Shijo avenue antara kuil Yasaka di timur dan sungai Kamo di sebelah barat termasuk Kyoto bagian timur. Saat jalan-jalan ke Kyoto, kamu akan menemukan banyak rumah kayu bertingkat tradisional Jepang machiya di Gion, toko, restoran, serta ochaya rumah minum teh. Geisha ataupun maiko kabarnya kadang suka melintas di sekitar Gion. Cuma sayangnya, saya gak hoki ketemu mereka. 2 area paling populer di Gion adalah Hanami-koji dan Shirakawa. Satu hal yang pengen saya coba kalau jalan-jalan ke Kyoto lagi adalah nyobain kaiseki ryori Japanese haute cuisine di salah satu restoran di Hanami-koji. Kalau mampir ke ochaya sambil dihibur geisha or maiko sih kayaknya bakal mahal banget deh hehe.. Tip Coba kunjungi Gion setelah ke Kiyomizudera, Higashiyama district, dan kuil Yasaka untuk ngerasain atmosfer Jepang yang kuno abis karena sepanjang jalan kamu akan melihat banyak rumah kuno Jepang selain kuil tentunya. Kamu juga bisa sekalian berkunjung ke Ginkakuji Silver Pavilion dan Philosopher’s Path. Semua tempat ini berada di Kyoto bagian timur. 4. Kinkakuji Golden Pavilion Terletak di Kyoto bagian utara, Golden Pavilion is a must-visit place saat jalan-jalan ke Kyoto. Sesuai namanya, kuil Zen Buddha ini 2 lantai teratasnya dilapisi oleh emas. Kuil yang berada di tengah kolam ini juga memiliki gaya arsitektur yang berbeda di tiap lantainya. Sayangnya karena Golden Pavilion sangat terkenal, buat ngelihat kuil emas ini juga butuh perjuangan. Saya mesti jalan pelan-pelan buat ngitarin kolam biar bisa ngelihat kuil bersama ratusan turis lainnya. Selain itu agak kecewa juga sih karena pengunjung cuma bisa ngelihat kuil tapi gak bisa masuk. Golden Pavilion sempat hancur 2 kali akibat perang Onin dan dibakar seorang biksu fanatik pada tahun 1950. Kuil yang sekarang berdiri dibangun pada tahun 1955. Meski gak bisa masuk ke dalam kuil, Golden Pavilion tetap worth to visit, salah satunya karena garden disini cantik banget. Meski gak gede tapi cantik, serta dilengkapi dengan kebun teh dimana kamu bisa nongkrong sambil minum matcha. Tiket 400 Yen 5. Arashiyama Bamboo Groves Beralih ke Kyoto bagian barat. Saya mengunjungi Arashiyama Bamboo Groves setelah Kinkakuji Golden Pavilion saat jalan-jalan ke Kyoto. Arashiyama Bamboo Groves adalah sebuah hutan bambu alami di distrik Arashiyama, Kyoto. Tempat ini terkenal banget dan penuh dengan turis yang sibuk berfoto. Eh tapi menurut saya hutan bambunya terlalu kecil ya. Arashiyama Bamboo Groves terletak tepat di belakang Nonomiya shrine dan dekat dengan kuil Tenryuuji. Jadi kalau kamu ke Arashiyama pastikan sekalian mengunjungi kedua kuil itu juga. Selain itu, di distrik Arashiyama kamu juga bisa mampir ke jembatan Togetsukyo yang jadi landmarknya Arashiyama. Kabarnya saat spring dan autumn area di sekitar jembatan Togetsukyo sangat cantik dan turis bisa naik perahu di sungai atau jajan dan makan di kedai dan restoran di sekitar. Sayangnya pas winter airnya surut dan warna daunnya lebih gelap. Di sebelah utara jembatan Togetsukyo ada area pedesaan Sagano yang bisa dieksplor dengan naik sepeda atau naik kereta Sagano scenic railway. Sementara itu di selatannya ada Monkey Park Iwatayama yang bisa dicapai dengan hiking ke atas bukit selama sekitar 10 menit. 6. Tenryuji Temple Kuil terindah yang saya kunjungi selama jalan-jalan ke Kyoto. Bukan cuma karena interiornya yang Jepang banget tapi juga karena Tenryuji memiliki taman yang cakep serta beratmosfer very tranquil. Tenryuji yang berada di Kyoto bagian barat adalah kuil Zen Buddha paling penting di distrik Arashiyama dan juga terdaftar sebagai World Heritage Site. Seperti kuil lainnya di Jepang, Tenryuji juga telah beberapa kali hancur karena perang dan kebakaran. Bangunan kuil yang berdiri sekarang dibangun pada periode Meiji 1868-1912. Tiket 800 Yen tiket masuk komplek 500 Yen, additional 300 Yen untuk masuk ke dalam bangunan 7. Pontocho Sumber Salah satu dining areas yang terkenal di Kyoto. Saya sempat mampir ke Pontocho di malam kedua saat jalan-jalan ke Kyoto buat nongkrong di restoran dan bar disini. Di sepanjang gang Pontocho ada banyak tempat makan mulai dari tempat makan yakitori, bar, restoran yang nawarin makanan tradisional dan modern Jepang, hingga high-end restaurants. Saya suka area ini karena atmosternya yang lively, penuh dengan anak muda Kyoto yang nongkrong saat malam minggu. Selain itu suasananya juga Jepang banget karena resto dan bar di Pontocho berada di dalam rumah kayu tradisional Jepang. Beberapa malah berada di pinggir sungai. Tradisional banget gitu kesannya. Dari bulan April – September, banyak restoran yang membangun temporary platforms di atas sungai Kamogawa sehingga para tamu bisa menikmati kuliner khas Kyoto sambil cari angin di tengah teriknya musim panas kawayuka. Pontocho yang berada di Kyoto bagian tengah juga dikenal sebagai rumahnya geiko dan maiko. Ah tapi sayang, saya gak ketemu satupun dari mereka. Note seperti di kota-kota lainnya di Jepang, beberapa bar di Pontocho juga hanya menerima tamu orang Jepang aja. Jadi perhatian sign di pintu masuk / jendela sebelum memutuskan untuk masuk. 8. Nishiki Market Sumber Kepingin nyobain bermacam makanan dan jajanan khas Kyoto? Ke Nishiki market aja. Nishiki market adalah pasar tradisional yang menjual makanan dan bahan pangan hasil bumi Kyoto dan segala barang yang berhubungan dengan makanan. Makanya pasar ini juga dijuluki as Kyoto’s kitchen. Saat jalan-jalan ke Kyoto, kamu bisa nemuin dan beli seafood segar, sushi, seafood kering serta snack khas Jepang di Nishiki market. Sama dengan pasarnya yang sudah berumur ratusan tahun, banyak toko/kios di pasar ini yang diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Selain toko/kios, di Nishiki market juga ada beberapa sit-down restaurants. Nishiki market yang berada di Kyoto bagian tengah buka dari jam 9 pagi hingga 6 sore. 9. Ginkakuji Silver Pavilion Sumber Ginkakuji silver pavilion yang berada di Kyoto bagian timur dibangun mengikuti model Kinkakuji golden pavilion yang berada di Kyoto bagian utara. Awalnya dibangun sebagai retirement villa oleh shogun Ashikaga Yoshimasa pada tahun 1482, lalu diubah menjadi kuil Zen Buddha setelah ia meninggal. Meski namanya silver pavilion, kuil ini tak dilapisi oleh silver sama sekali. Komplek kuil Ginkakuji terdiri dari silver pavilion yang sayangnya gak bisa dimasuki, beberapa kuil lainnya, moss garden serta dry sand garden yang unik. Kalau kamu jalan-jalan ke Kyoto dan sedang mengeksplor Kyoto bagian timur, jangan lupa mampir ke Ginkakuji sekalian saat itu juga untuk menghemat waktu. Tiket 500 Yen 10. Philosopher’s Path Sumber Dari Ginkakuji, setelah jalan kaki sebentar kamu akan menemukan philosopher’s path, salah satu tempat terbaik di Kyoto untuk hanami cherry blossom/ sakura viewing pada awal bulan April. Philosopher’s path adalah jalanan sepanjang sekitar 2 kilometer yang ditumbuhi pohon sakura di kedua sisi kanal. Kebayang dong gimana cantiknya area ini saat bunga sakura bermekaran?. Tempat ini diberi nama philosopher’s path karena dulu seorang filsuf Jepang terkenal, Nishida Kitaro, sering melewati jalan ini sambil bermeditasi dalam perjalanan ke Universitas Kyoto. Di sepanjang path, ada banyak restoran, kafe, butik dan juga beberapa kuil, termasuk kuil Honen-in. Kalau kamu jalan-jalan ke Kyoto saat musim semi, jangan sampai lupa kesini kalau gak mau nyesel belakangan! Note Philosopher’s path berada di Kyoto bagian timur. 11. Kyo-Kaiseki Sumber Selain terkenal sebagai cultural capital of Japan, Kyoto juga dikenal karena kulinernya. Sebuah authentic experience yang perlu kamu coba selama jalan-jalan ke Kyoto adalah kyo-kaiseki. Yaitu hidangan high class tradisional Jepang yang disajikan dalam 8-12 courses dengan Kyoto style. Kalau mau makan ala kyo-kaiseki kamu musti siapin waktu sekitar 1-2 jam karena makanannya banyak. Kyo-kaiseki biasanya disajikan saat menginap di ryokan penginapan tradisional Jepang, atau kamu bisa juga nyobain di tea houses, juga restoran teras yang menghadap ke sungai Kamogawa dan di lembah Kibune. Oh well, setelah 4 hari jalan-jalan ke Kyoto akhirnya saya ngerti juga kenapa kota ini jadi favoritnya para turis. Lha wong suasananya Jepang banget. Kalau nyari suasana Jepang yang asli ya mesti jalan-jalan ke Kyoto. Dengan banyaknya temples dan shrines di Kyoto, gak heran juga para bule itu ampe kerja di hostel demi bisa stay lama di Kyoto. 1 bulan kayaknya juga gak akan cukup untuk visiting semua kuil disini dan belum akan puas menikmati suasana old Japan di Kyoto. Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir DanauImutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di BarcelonaAda Turki Mini di Bosnia HerzegovinaNyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti HalalThe Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood Watch & subscribe to my daily vlog in America at my YouTube channel Dada Kimura

TiketJR Osaka ke Kyoto ini normalnya sekitar Rp. 150.000,- PP. Tiket Tokyo - Osaka aja sekali jalan naik Shinkasen itu Rp. 1.344.000,- coba kalikan kalau PP. Belum lagi dari Tokyo ke Takayama, Tokyo ke Alpine Route dan destinasi lainnya yang rata-rata sekali jalan di atas Rp. 500.000,- Sebelum mewabah di Indonesia, COVID-19 sudah lebih dulu mendarat di Jepang. Kala itu, kasus positif COVID-19 di Jepang belum sebanyak sekarang dan orang-orang masih beraktivitas seperti biasa. Sama halnya dengan masyarakat Indonesia yang masih santuy karena belum adanya kasus COVID-19. Meskipun begitu, agenda wisata ke negara yang terpapar COVID-19 tetap menimbulkan dilema, lho. Kami pun mewawancarai salah satu traveler yang wisata ke Jepang pada bulan Februari 2020 lalu. Ita-san, seorang pecinta travelling ini bakal berbagi pengalaman ke Jepang saat wabah COVID-19. Kira-kira, seperti apakah respon masyarakat dan pemerintah Jepang saat COVID-19 mulai merebak di negaranya? Berikut ini hasil bincang-bincang kami dengan Ita-san. Hi, boleh kenalan dulu dengan pembaca Hi, aku Tri Puspitasari, akrab dipanggil Ita/Itok/Ipus dan punya hobi jalan jalan dan menulis. Boleh dijelaskan kapan ke Jepang, tujuan ke mana saja, dan berapa lama di sana? Perjalanan 20-24 Februari 2020. Sampai Jakarta 25 Februari 2020 karena perjalanan pulang merupakan penerbangan tengah malam. Selama di Jepang menginap di daerah Asakusa. Objek wisata yang dikunjungi sekitaran Tokyo seperti Shibuya, Hachiko, Ginza. Juga menempuh perjalanan menggunakan JR Tokyo Wide Pass ke Kawazu dan Gala Yuzawa. Apa saja sih persiapan yang kamu lakukan saat akan liburan ke negara yang terpapar COVID-19? Update informasi seputar kondisi di negara tujuan dari Erni teman yang tinggal di Jepang. Jaga kesehatan sejak masih di Indonesia. Beberapa hari sebelum berangkat, kami memaksimalkan peningkatan daya imun. Kami juga membawa hand sanitizer, masker, cairan alkohol, dan tablet multivitamin. Dengar-dengar ke Jepang dengan teman-teman? Saat mendengar tentang COVID-19, bagaimana respon kamu dan teman-teman? Terus terang, aku sendiri panik dan sempat ada pikiran pengin membatalkan. Namun, merasa agak sayang saja karena dapat tiket promo ke Jepang yang murahnya kebangetan mendapatkan promo tiket setahun sebelumnya-Red. Selain itu dalam trip ini, akulah yang membuat itinerary jadi sangat berat rasanya kalau harus di-cancel. Belum tentu di lain kesempatan bisa dapat tiket semurah itu. Aku terus berkomunikasi dengan Erni. Dari Erni aku mendapat update bagaimana kondisi Jepang saat ini. Jumlah positif COVID-19 di sana bertambah tapi jumlahnya masih sedikit dan belum red zone. Darinya aku disarankan untuk senantiasa menjaga kebersihan. Ternyata diam-diam, teman-teman aku pun mencari informasi seputar kondisi Jepang saat itu. Bedanya, mereka tetap mantap untuk maju. Jadilah aku termotivasi dan semangat lagi untuk ke Jepang. Akhirnya usaha preventif kami lakukan dengan maksimal. Menjaga kebersihan jelas. Kami membawa hand sanitizer kemana-mana. Selain itu kami juga membawa semprotan alkohol yang kami gunakan untuk menyemprot apa pun yang bersinggungan dengan kami. Pakai masker. Saat pulang ke penginapan, semua barang yang kami bawa dari luar, termasuk winter coat, kamu semprot alkohol, berikut dengan seisi kamar. Kami juga meminimalisasi makan di luar dan memilih masak sendiri. Bagaimana kondisi Jepang saat kamu ke sana saat ada wabah COVID-19? Mohon dijelaskan kesan kamu dengan cara orang Jepang dalam menyikapi COVID-19? Sudah mulai ada beberapa yang positif COVID-19. Cuman belum banyak. Mereka juga sudah dikarantina, jadi agak lega. Kondisinya juga habis ada yang berita kapal yang penumpangnya ada yang positif COVID-19 Diamond Princess-Red, terus satu kapal dikarantina. Dapat informasi dari Erni kalo nanti di pesawat ada satu saja penumpang yang panas dan menunjukkan tanda-tanda COVID-19, langsung seisi pesawat karantina 14 hari dan nggak boleh masuk Jepang. Kami masih berani maju, positive thinking itu sangat diperlukan. Cuma ya agak konyol juga waktu persiapan membawa pakaian yang seenggaknya bisa untuk 14 hari, jaga-jaga kalau dikarantina, he-he. Kalau aku lihat, kesadaran dari warga Jepang sendiri sudah tinggi. Jadi mereka semua pakai masker, baik wisatawan maupun yang jualan di objek wisata. Dalam hal kebersihan juga. Jadi, pemerintah dalam menerapkan kebijakan pencegahan COVID-19 menjadi lebih mudah. Pemerintah Jepang juga lebih ketat. Meski sedang ada wabah COVID-19, adakah pengalaman berkesan selama liburan ke sana? Liburannya sangat berkesan. Senang banget bisa lihat sakura mekar dan salju sekaligus di satu waktu. Benar-benar momen langka. Seneng banget akhirnya bisa naik shinkansen. Pokoknya memberikan pengalaman banget lah, posisi ini juga trip pertama yang mana aku dapat job desk bikin itinerary. Apalagi waktu itu juga buka jastip dan merupakan pengalaman pertama dalam hal buka jastip. Merasa tertantang juga karena gimana caranya bisa survive di tengah kondisi yang agak mencekam waktu itu. Pokoknya trip ini benar-benar membuat aku keluar dari zona nyaman. Dan yang aku yakini, orang yang berani keluar dari zona nyaman berarti sudah berhasil naik ke anak tangga selanjutnya. Adakah tips yang ingin kamu share dengan pembaca Tips dari aku, kalau mau liburan ke Jepang, karena kondisi sekarang sudah seperti ini ya ditunda dulu saja nanti kalau dunia sudah benar-benar aman dari COVID-19. Nanti pun ketika sudah bisa jalan-jalan lagi, lanjutkan untuk memiliki gaya hidup bersih dan sehat, jangan hanya saat ada COVID-19 saja. Yang paling penting juga adalah jangan panik dan tetap positive thinking. Percayalah dengan positive thinking itu membantumu dalam banyak hal. Bahkan orang yang secara fisik sehat saja bisa sakit karena panik dan negative thinking. Satu lagi, buat kamu yang ingin ke Jepang, ada baiknya memilih akhir bulan Februari. Di momen itu kamu bisa melihat sakura mekar berjenis kawazu sakura dan salju sekaligus. Dan buat menghemat bujet, ada baiknya menggunakan JR. Ini akan menolongmu banget kalau kamu menuju destinasi wisata Jepang yang jauh-jauh seperti Kawazu dan Gala Yuzawa seperti aku kemarin. Dari wawancara pengalaman ke Jepang saat wabah COVID-19 ini, kita bisa memetik pelajaran bahwa langkah preventif sangat diperlukan. Ita-san dan teman-temannya pulang ke tanah air dengan selamat dan kondisi tubuh yang sehat karena melakukan langkah-langkah pencegahan. Kita pun juga bisa harus belajar untuk tidak panik, tetapi selalu waspada dan senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Nah, untuk saat ini kita DiRumahAja dulu ya. Kamu bisa mengisi aktivitas DiRumahAja dengan bikin masker Daiso DIY, lho. Nanti, jika pandemi COVID-19 sudah berakhir, kita bisa wisata ke Jepang lagi!!!! Senang dengan artikel ini? Bagikan dengan teman dan travel buddies Anda dengan menggunakan tombol social media share dibawah ini! Bagipengguna jalan yang akan melewati ruas tol tersebut, siap-siap menemui penumpukkan kendaraan. Selama pekerjaan, tentu lajur yang diperbaiki jadi tidak bisa dilewati. Berikut ini lokasi dan jadwal pekerjaan jalan yang akan dimulai pada Senin (1/8/2022) pukul 22.00 WIB:. A. Pekerjaan Scrapping Filling Overlay (SFO) Ruas Tol Dalam Kota dan Prof. Dr. Ir. Soedijatmo
“Never go on trips with anyone you do not love.” –Ernest Hemingway Setelah menempuh perjalanan darat selamat 3,5 jam dari kota Matsumoto, pukul kami tiba di Tokyo. Kami turun di Ginza 6, tepat di depan Uniqlo–salah satu brand asal Jepang, yang sudah membuka banyak cabang di Indonesia juga. Subscribe Aisaidluv Kami menuju sebuah Mall, kebetulan adik sepupu lagi cari sepatu Adidas yang berlokasi di lantai 5. Terus masih membuntuti adik sepupu menuju Kade Spade, jalan kaki sekitar 800 meter. Sore itu, Ginza cukup ramai tapi tidak padat sekali, sangat menyenangkan. Musim dingin yang saya rasakan pun saat itu, tentu saja tidak sedingin di Hokkaido. Jalan-jalan ke Jepang saat musim gugur Setelah puas berada di Ginza, kami melanjutkan perjalanan sekitar 30 menit dengan kendaraan kami melaju menuju Harajuku, dan gelap sempurna membungkus malam yang sudah berganti dengan kerlap kerlip serta terangnya cahaya lampu. Kota Tokyo meski terlihat padat, namun tetap terasa menyenangkan, saya terus mengamati Tokyo sejak tiba siang menjelang dari balik kaca mobil, hingga berganti malam menuju ke tempat berikutnya. Sembilan tahun tidak melihat Tokyo, tetap menyisakan rindu yang sama, kekaguman yang sama, rasa aman juga rasa nyaman yang sama. Rupanya, jejak kenangan di kota ini, begitu kuat dan dalam. Sepertinya, saya akan selalu merindukan Tokyo, tempat impian-impian masa kecil saya bermula, ingin melihat dunia. Dulu, rasanya itu mimpi yang terlalu muluk. Sekarang, saya bersyukur karena dulu pernah memimpikan negeri ini untuk dikunjungi, sehingga membuat saya semakin yakin, bahwa Tuhan selalu mendatangkan rezeki dari arah yang tak pernah diduga. Dan mengantarkan saya melihat dan menikmati tempat-tempat yang dulu hanya diimpikan, namun dalam perjalanan hidup saya, alhamdulillah ternyata terwujud 🙂 Sebenarnya, saya tidak menyangka bisa mengulang perjalanan ke negara ini, tapi sepertinya saya akan selalu merindukan untuk mengulang perjalanan ke Jepang, sebab Jepang itu, salah satu negara yang tidak akan bosan dikunjungi. Seru kayaknya kalau bisa merantau ke negeri ini! Eits, melanturnya udahan dulu Ai, sebab sudah sampai di tempat tujuan!!!!!! 😀 Malam itu, meski sudah menempuh perjalanan darat yang cukup panjang, rupanya semangat menjelajah dan jalan-jalan tak juga menyurutkan langkah saya. Kemudian Pak Kardi–guide selama roadtrip di Jepang, membawa kami menyusuri Takeshita Street di Harajuku. Saya seolah bernostalgia ke masa sembilan tahun lalu saat menyusuri jalan ini bersama teman-teman, tak disangka bisa menginjakkan kaki lagi di sana bersama keluarga. Apakah ke Harujuku kali ini saya memakai kostum Harajuku yang biasanya cenderung cerah dan meriah? Ataukah saya memakai kostum Harajuku yang syar’i? 😀 Saya tidak kepikiran juga sih, buat pakai kostum Harajuku saat ke sana, lagi pula bawaan saya cenderung minimalis, tidak bawa banyak baju, dan tak berniat beli baju juga di Harajuku. Jadi, tentu saja malam itu saya menikmati jalan-jalan di Harajuku sambil berbaur dengan pengunjung Harajuku 😀 Milan, Italy Buku-buku yang saya baca di tahun 2019 Harajuku malam itu tetap ramai, lebih banyak anak muda yang saya lihat. Nah, kalau mau belanja dengan harga cukup terjangkau bisa datang ke Daiso, tapi waktu itu jiwa belanja saya memang sedang payah, alias nggak niat belanja, jadinya ya jalan-jalan saja sambil membuntuti tante juga adik-adik sepupu. Berhubung kami sudah lapar, cari yang simpel saja, maka pilihan malam itu dengan terpaksa membatalkan wiskul ramen halal, dan pilihan jatuh pada Mc Donalds. Persiapan traveling musim dingin Makan malam di Mc D yang ada di Harajuku, dekat Daiso, saya pilih menu Shrimp Burger. Setiap makan Mc D selama di Jepang, saya selalu memilih menu yang sama, “Kenapa menu Shrimp Burger ini nggak ada di Indonesia, ya?” pikir saya. Saya sangat suka menu ini, cukup satu, dan mengenyangkan, dan rasanya juga enak. Sudah lama saya tidak minum minuman bersoda, memang bukan penggemar minuman tersebut, tapi entah kenapa malam itu saya pengen banget minuman bersoda, dan kesampaian, alhamdulillah. Perut sudah kenyang, kami jalan lagi dan masuk ke salah satu toko yang menjual kit kat green tea, terus mampir ke Sketcher. Habis dari Sketcher, kita jalan lagi dengan jalan yang sama saat kita datang, karena mobil menunggu di sana. Eh tapi mampir lagi ke toko. Makin malam, makin rame ternyata, saya tidak tahu tutup jam berapa. SUBSCRIBE AISAIDLUV Jalan-jalan ke Jepang saat musim dingin Dari Harajuku pukul 1950 kami menuju hotel yang ditempuh dengan waktu 26 menit. Kami menginap di Agora Place Asakusa, tepatnya di lantai 10. Ke Tokyo kali ini, saya memang tidak banyak mengeksplor, seperti kunjungan pertama yang memang city tour di Tokyo saja, tidak mengunjungi perfektur lain. Dan tidak sempat ke Shibuya lagi. Agora Place Asakusa Tiba di hotel, kemudian guide kami check in. Saya langsung mengamati lobi yang tidak seberapa luas, tamun terasa nyaman dan menyenangkan. Kemudia mata saya tertuju pada sebuah sertifikat yang tersimpan rapi di rak. Alhamdulillah kali ini ternyata kami stay di hotel yang sudah bersertifikat halal. Insha Allah semua makanan yang tersedia terjamin halal. Alhamdulillah, senang sekali bisa menginap di hotel ini 🙂 Alhamdulillah stay di hotel yang sudah bersertifikat halal. Insha Allah semua makanan yang tersedia terjamin halal SUBSCRIBE AISAIDLUV Doa dan Impian Selesai bersih-bersih dan salat berjamaah, malam itu kami istirahat sebab besoknya seharian kami akan pergi ke Tokyo Disneyland. Day 9 in Japan Rabu, 15 Januari 2020 Tokyo Disneyland Pagi saat sarapan, hujan deras mengguyur Tokyo, menemani sarapan kami. Beruntung kali ini sarapannya santai, dan bisa memesan menu sesuai keinginan. Kabar baiknya, semua makanan yang disajikan Insha Allah halal. Breakfast Menu – Loco moco 🙂 Itadakisamu 🙂 — saya memilih menu ini, favorit nih 😀 Breakfast menu Japanese set grilled fish — ini pilihan menu adik sepupu Memu breakfast chicken grilled –menunya adik sepupu Kami berenam, memilih tiga menu berbeda. Senang sekali akhirnya bisa makan miso soup halal. Di beberapa tempat sebelumnya, kita harus tanya ingredients-nya, sebab tidak semua miso soup yang kami temui kandungannya halal. saya suka suasana di restoran Keep & Touch ini. Selesai sarapan, kami bersiap. Mobil sudah menunggu kami dari beberapa menit yang lalu. Kemudian kami berangkat dari hotel menuju Tokyo Disneyland, perjalanannya kurang lebih sekitar 30 menit. Sesampainya di lokasi, hujan sudah reda, meskipun cuaca belum cerah. Kami berharap hari itu bisa main sampai malam, hingga firework dan tempat tersebut tutup. Namun, pak driver sudah bertanya kepada petugas saat kendaraan kami diperiksa dan akan memasuki kawasan Disneyland, info dari petugas, hari itu tidak ada firework, hanya ada show pada siang dan pukul 7 malam saja. Sebetulnya ke Tokyo Disneyland kali ini, kami bisa sampai melihat firework-nya, namun berhubung cuaca musim dingin kali itu tidak memungkinkan, jadi kami hanya bisa menerima dan menikmati permainan di taman bermain tersebut 🙂 HELLO TOKYO DISNEYLAND Entah kenapa, kalau main ke theme park itu, begitu masuk disambut musik-musik ala disney, bawaannya kepala jadi rileks saja. Taman yang menyediakan berbagai jenis permainan yang bahkan untuk ukuran dewasa banyak yang menantang, tapi saya tidak merasa takut, bawaannya senang saja. Kalau harus pilih wisata alam atau wisata taman bermain, tentu saja saya lebih menyukai wisata alam. Tapi kalau pun tidak ada pilihan dan diajak ke taman bermain, dengan senang hati saya tetap bisa menikmatinya. Sebilan tahun lalu, saya ngiler banget pengen ke Disneyland, tapi waktu itu trip saya tidak mengunjungi Disneyland, melainkan Disneysea, yang jaraknya tidak jauh, sama-sama berada di Tokyo pula. Saya bersyukur, alhamdulillah saat ke Jepang kali ini, saya diajak bermain di Tokyo Disneyland. Om sempat bertanya pada saya, “Ai, apakah kamu berani naik wahana seperti rollercoaster sama adik-adik sepupu?” Tentu saja saya mengangguk senang sambil bilang “Mauuuuuuuu” 😀 Hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika mengunjungi Tokyo Disneyland Cek jadwal Disneyland. Pastikan kunjungan ke sana bukan saat libur anak-anak sekolah biar tidak terlalu padat pengunjung. Triknya mesti memilih hari kunjungan yang jumlahnya tidak terlalu penuh, saat itu saya ke sana pas weekdays, bukan weekend. Kalau bisa, sekalian juga cek hari yang cuacanya cerah dan tidak hujan. Kalau sudah yakin, silahkan tiket bisa booking tiket online, lebih baik beli tiket dulu sebelum datang, karena kalau beli tiket on the spot, perlu antri saat membeli tiketnya. Untuk pembelian tiket online salah satunya bisa cek di website resmi Tokyo Disneyland resort, atau bisa juga via travel agent. Saat tiket sudah ditangan, dan masuk area theme park, bersiaplah untuk menikmati banyak permainan. Tak lupa, saya mengambil map guide, pas dicek eh kok bahasa Jepang dan ku tak mengerti >.< Terus nyari lagi ketemu deh map guide edisi bahasa Inggris. Suasana yang saya rasakan begitu memasuki kawasan Tokyo Disneyland, tentu saja musiknya yang khas ala Disney. The Wizarding world of Harry Potter di USJ, Osaka-Jepang Welcome to Tokyo Disneyland 🙂 Meskipun cuaca mendung, tapi ternyata tak menyurutkan niat para pengunjung, saya kira pengunjungnya sedikit, ternyata tetap banyak kawan! -_- Eh tapi senangnya, ternyata ada anak-anak sekolah rombongan yang datang juga, kalau di tempat saya semacam piknik sama teman-teman dari sekolah, entah apa namanya kalau di Jepang. Yang pasti, seneng banget dong ketemu anak-anak sekolah. Sebelum mengeksplor terlalu jauh, kami mampir dulu ke toko suvenir buat beli topi 😀 *pengen banget pakai topi minie mouse gitu* adudu saya macam anak-anak saja 😛 Tuh kan, saya beli topi bareng anak-anak sekolah kayaknya 😀 di tempat ini, duh jadi berasa kayak anak-anak sekolah lagi deh 😛 Selesai beli dan memakai topi yang masing-masing kami pilih, maka kami keluar dari toko dan perlahan bergerak jalan. Awalnya, saya ingin sekali berfoto dengan latar belakang kastil disney, sayangnya saat kami tiba di sana, sedang dalam tahap renovasi terkait persiapan Tokyo dalam menyambut olimpiade musim panas 2020. Setelah peta di dapat, maka putuskanlah atraksi apa yang ingin dikunjungi, mengingat ada banyak permainan dan tempatnya luas, maka mesti tahu permaianan apa yang diinginkan, untuk menghemat waktu juga. Perhatikan detail peta, karena akan sangat membantu untuk mengetahui area apa saja yang terdapat di Tokyo Disneyland. Disneyland yang berlokasi di Urayasu, Chiba, Jepang ini pertama kali dibuka pada 15 April 1983. Taman bermain ini terdiri dari beberapa area World Bazaar Adventureland Westernland Critter Country Fantasyland Toon Town Tomorrowland Kemudian, Om dan Tante mempersilahkan dua adik sepupu dan saya untuk bebas bermain apa saja dan kalau sudah lapar tinggal ketemuan saja. Sementara Om, Tante dan adik sepupu yang paling kecil memasuki wahana untuk anak-anak. Adik sepupu yang paling kecil saat itu usianya baru 6 tahun, belum semua permainan yang ada di disneyland bisa dinikmatinya. Untuk yang membawa anak kecil ada persyaratan yang harus diperhatikan, sebab ada beberapa atraksi mensyaratkan tingga badan tertentu, seperti di area Tomorrowland, untuk wahana Space mountain minimal tinggi badan 102 cm, wahana Star Tours The Adventures Continue minimal tinggi badan 102 cm. Area Toontown untuk wahana Gadget’s Go Coaster minimal tinggi badan 90 cm, dll. Maka, kami bertiga pamit sama Om, Tante juga adik sepupu yang paling kecil untuk bermain wahana lain. Sebelum bermain, kami menuju Fastpass Ticketing Machine. Sesuai saran Pak Kardi-guide kami, untuk jangan lupa menuju Fastpass Ticketing, hanya memasukan tiket tanpa perlu bayar lagi. Guide kami hanya mengantarkan kami sampai pintu masuk dan tidak menamani selama kami di Disneyland. Saya dan kedua adik sepupu memasukkan tiket. Tinggal masukin tiket saat masuk, maka tak berapa lama akan keluar tiket ini. Sangat menghemat waktu antri, sementara dapat antrian dengan jarak waktu pukul 1600-1700, maka kami bisa bermain yang lain duluan 🙂 *tiket ini jangan sampai hilang ya, nanti pas mau masuk antrian di jam yang tertera, kita harus memperlihatkan tiket ini kepada petugas untuk di scan dan kita baru diperbolehkan masuk* Awalnya pas di pintu masuk, guide ngasih tahu hal ini, saya kira Fastpass FP itu semacam fast track yang ada di Dufan atau express di USS, di mana ada additional cost, tapi ternyata saat di Tokyo Disneyland ini tidak ada additional cost, huwaaa senangnya 😀 Tapi, tidak semua wahana tersedia tiket Fastpass FP. Hanya wahana yang berlogo Fastpass FP ini yang merupakan wahana favorit pengunjung. Tak heran untuk antrian biasa, membutuhkan waktu berjam-jam untuk memasuki satu wahana -_- Namun, jika punya tiket Fastpass, bisa masuk melalui pintu khusus Fastpass dengan antrian tidak sebanyak antrian yang biasa. Jadi, sebaiknya kalau kamu ke Tokyo Disneyland, setelah masuk maka segeralah mengambil tiket Fastpass ini 🙂 Tiketnya bisa didapatkan secara gratis. Lokasi tempat pengambilannya tidak jauh dari pintu masuk wahana tersebut, seperti wahana yang saya pilih saat itu space mountain, lokasinya berdekatan antara tiket fastpass dengan wahana permainan yang dipilih. Perlu diketahu bahwa satu tiket fastpass hanya berlaku untuk satu orang saja. Perhatikan juga tiket ini bisa digunakan sesuai rentang waktu yang tercantum di fastpass. Apabila datang telat melewati rentang waktu tersebut, maka tiket fastpass akan hangus. Sebaliknya, jika belum waktunya, maka belum bisa memasuki wahana tersebut. Nah, sambil menunggu penggunaan tiket, maka kami memanfaatkan waktu untuk masuk ke wahana lain. Berikut ini beberapa wahana yang menyediakan tiket fastpass Wahana Space Mountain di area Tomorrowland Wahana Star Tours The Adventure Continue di area Tomorrowland Wahana Monster Inc. Ride & Go Seek di area Tomorrowland Wahana Buzz Lightyear’s Astro Blasters di area Tomorrowland Wahana Splash Mountain di area Critter Country Wahana Big Thunder Mountain di area Westernland Wahana Pooh’s Hunny Hunt di area Fantasyland Wahana Haunted Mansion di area Fantasyland Sebelum menikmati wahana permainan, pas banget ada pertunjukkan Mickey, Minnie dan kawan-kawan, sehingga saya dan adik sepupu menikmati pertunjukkan tersebut berbaur dengan banyak pengunjung yang sudah duduk dan berdiri rapi di pinggir – pinggir. Seneng deh lihat pertunjukkan ini ditambah musiknya yang bikin senang Untuk antisipasi, ternyata mereka sudah siap memakai kostum yang dirangkap dengan jas hujan transparan, wow well prepared sekali ya 🙂 tetap semangat menghibur meski cuaca mendung Setelah puas menikmati pertunjukkan, kami memutuskan untuk bermain di area Tomorrowland, tapi sebelumnya mampir ke area Toon Town Gadget’s Go Coaster **** Wahana Gadget’s Go Coaster ini berada di are Toon Town, cukup seru dan menyenangkan, cuma kurang lama. Beruntung saat tiba di sini, antriannya belum panjang, hanya menunggu pengunjung lain selesai kemudian tibalah giliran kami. Selesai menikmati permainan ini, langsung ke area Tomorrowland. Pokoknya saya berada dipermainan ini super kilat rasanya, haha. Star Tours ***** Wahana ini salah satu wahana favorit para pengunjung dan dari artikel yang saya baca masuk dalam wahana terbaik di Tokyo Disneyland. Kamu penggemar star wars? Yuk, main ke sini 😀 *Saya bukan penggemar star wars tapi Harry Potter, tapi dikarenakan adik sepupu suka, maka sebagai solidaritas sesama saudara, saya mau menenami, kan adik sepupu yg laki-laki walau bukan penggemar HP, waktu ke USJ, mau main juga* — kami suportif 😀 Bersiap menikmati STAR TOURS 😀 Wahana ini menurut saya cukup seru, dan tentu saja ya… kita akan bertemu dengan C-3PO & R2D2 selama perjalanan melalui ruang dan waktu. Selamat berpetualang di Star Tours 😀 Habis menikmati wahana ini, saya mau berfoto di depan tulisan Star Tours, tiba-tiba disamperin sama petugas baik hati dan ramah yang seakan bisa memahami saya pengen punya foto bertiga bareng dua adik sepupu tapi entah kepada siapa meminta tolong, dan jadilah dia memfoto saya bersama ketiga adik sepupu, ah senangnya tapi foto tidak saya tayangkan, menyangkut izin penayangan pada kedua adik sepupu, hehe. Habis dari sini rencananya kami mau ke wahana Haunted Mansion sama Monster Inc. Ride & Go Seek, sayangnya sedang dalam tahap renovasi. Terus kami bingung mau naik apa, kemudian saat sedang berdiri sambil membaca peta masing-masing di mana sedang berdiskusi mau ke mana lagi, kami disamperin tiga petugas yang cantik-cantik, terus ditanya dalam bahasa Inggris alhamdulillah nanyanya nggak pakai bahasa Jepang, “Ada yang perlu dibantu?” Saya bilang tidak, terima kasih. Terus saya tanya, bolehkah kita foto bersama. Terus mereka mengiyakan dengan ramah. Saat kami berlima difoto oleh salah satu petugas, eh tiba-tiba ada seorang pengunjung yang menawarkan untuk mengambil foto kami berenam tiga petugas dari star tours, dan saya bersama dua adik sepupu. Saya jadi terharu, duh mereka baik-baik sekali 🙂 Baru di USJ dan Tokyo Disneyland saya benar-benar merasakan pengalaman bermaian di theme park yang bukan sebatas bermain saja, namun juga menerima keramahan dari para petugasnya, mereka tahu juga paham bagaimana menyamankan para pengunjung. Memang mereka bekerja, tapi walau bekerja mereka terasa tulus melakukannya, dan rasanya tuh bikin makin betah deh mainnya, hehe. Lagi-lagi foto kece dengan muka semringah tidak bisa saya tayangkan di blog *mesti izin sama para petugasnya yang entah kapan bisa ketemu lagi 😛 Usai berfoto, kami bertiga memilih untuk jalan dan tidak berdiri buat diskusi lagi, takut disamperin para petugas yang mungkin mengira kami tersesat haha 😛 Kami ngacir dan saya mengajak dua adik sepupu untuk main ke Pooh’s Hunny Hunt. Saat tiba di lokasi, antriannya panjaaaang, jadi nggak semangat pengen masuk, terus di sana ternyata ketemu adik sepupu yang paling kecil dan baru saja keluar habis menikmati permainan ini, jadi ya sudahlah saya tak jadi masuk wahana tersebut, cukup diceritain sama adik sepupu saja, malas antrinya panjang banget dan sudah lapar. Habis itu, kami kumpul berenam lagi dan makan siang menjelang sore. Rasanya hari terasa begitu cepat, sementara saat musim dingin tersebut tentu saja malam datang begitu cepat, di mana sekitar pukul lebih sunset sudah tiba, dan magrib sekitar pukul Habis makan, pas ngecek jam ternyata pukul 1545-an, dan kami bersiap untuk menukar tiket fastpass. Mengunjungi desa Shirakawa-Go, situs Warisan dunia UNESCO, di Jepang Space Mountain **** Setelah kami bertiga sampai di depan petugas untuk menyerahkan tiket fastpass, ternyata tiket salah satu adik sepupu saya nggak ada di saku, sebelum saya sempat bilang untuk memberikan tiket saya, adik sepupu langsung lari ke tempat kami makan. Setelah lebih dari 10 menit belum muncul dan saya masih terus berdiri, salah satu petugas pria yang menjaga tiket masuk menyuruh saya untuk duduk, saya menurut saja. Terus saya telpon adik sepupu, ternyata tiketnya beneran hilang, terus saya tanya masih mau main nggak, dia bilang mau, terus saya bilang sudah ke sini lagi biar teteh nggak usah masuk, dan tiket fastpass-nya saya kasih buat adik sepupu, dan saya memintanya untuk segera datang. Sepuluh menit kemudian muncul, terus saya bilang ke petugasnya bahwa tiket saya akan ditukar posisinya untuk adik sepupu karena punya hilang. Tanpa disangka dan diduga sang petugas baik hati ini memperbeolehkan saya dan adik sepupu untuk masuk, kami bertiga diperbolehkan masuk. Alhamdulillah, arigatogozaimashita 🙂 saya terharu dan berkali-kali bilang terima kasih. Pengalaman yang rasanya akan selalu saya ingat akan kebaikan hati petugasnya. Mungkin ini terlihat biasa, tapi saya sangat menghargai kebaikan petugasnya. Permainan space mountain menurut saya seru, semacam naik rollercoaster, cukup menegangkan karena tak bisa menebak arah, tapi buat saya, permainan ini mesti dicoba saat ke Tokyo Disneyland. Puas menikmati wahana dan dapat pengalaman menarik di sini, terus kami bergabung berenam lagi. Buzz Lightyear’s Astro Blasters**** Foto diambil siang hari, tapi masuk ke wahana ini pas sudah malam Sebagai penutup, akhirnya kami bisa main bersama-sana dan memilih wahana Buzz Lightyear’s Astro Blasters untuk kami coba. Cukup mengantri setengah jam, akhirnya bisa menikmati wahana ini, di mana kami bisa merasakan keseruan menaiki kendaraan yang dilengkapi dengan blasters. Satu kendaraan bisa untuk berdua. Jangan lupa untuk mencoba menembak objek yang ditunjuk sebanyak mungkin dan periksa berapa skor yang bisa diperoleh. Waktu itu saya dapat skor sekitar saja. Senang sekali, setidaknya ada satu kenangan di mana kami berenam berada dan merasakan permainan di wahana yang sama. 🙂 Malam sudah larut, kemudian saat akan keluar kami menyaksikan pertunjukkan sekitar pukul Meski tanpa firework, tetap saja menyenangkan menikmati hari di Tokyo Disneyland yang biasa buku mulai pukul hari biasa dan pukul hari libur. Di penghujung akhir permainan saat kami akan keluar, tapi mampir dulu ke toko suvenir, nganterin tante dan adik-adik sepupu Sebelum pintu keluar, kalau mau belanja pernak-pernik silahkan mempir ke toko suvenir. Di depan pintu keluar, kami sudah dijemput guide. Rencananya pulang mau naik kereta, namun adik sepupu yang paling kecil sudah kelelahan sehingga kami tidak jadi, dan menggunakan kendaraan yang sama seperti saat datang. Dari Tokyo Disneyland, kami langsung ke hotel. Karena semua sudah lelah, maka untuk makan malam sudah nggak kepikiran mau wiskul di mana. Meski dekat hotel ada beberapa restoran, tapi pilihan kami jatuh ada restoran yang ada di hotel. KEEP & TOUCH Kami makan malam di Keep & Touch American Restaurant, di mana menunya aman dan insha allah halal 🙂 Pilihan saya malam itu langsung memilih menu penutup saja tanpa pembuka dan tanpa menu utama. Toh porsinya besar sekali 😀 Menu Banana HONEY toast, rasanya ennnnaaaaak banget 🙂 Benar-benar menu yang menggiurkan dan menjadi menu penutup yang sangat lezat untuk mengakhiri malam di Tokyo. Until I see you, Tokyo 🙂 Setelah makan, kami langsung ke kamar hotel, bersih-bersih, terus salat, kemudian packing dan tidur sebab keesokan hari kami harus pulang -_- Day 10 in Japan Kamis, 16 Januari 2010 Pukul 0700 kami check out dari Agora Place Asakusa Hotel, menu sarapan kami boleh dibawa, kami dapat menu burger. Sampai di Haneda International Airport, kami berpamitan pada bapak driver yang sudah menemani perjalanan kami mulai dijemput dari Nagoya Airport hingga mengantarkan kami roadtrip. Kemudian setelah check in, kami berenam berpamitan pada pak Kardi, guide kami selama di Jepang. Kami pulang dengan pesawat SQ, dan transit di Singapura. Mobil yang kami gunakan saat road trip dari Perfektur Aichi di jemput dibandara Nagoya, terus ke Shirakawa go di perfektur Gifu, ke Matsumoto di perfentur Nagano hingga ke perfektur Tokyo Perjalanan 10 hari ke Jepang di awal dekade ini, sungguh akan menjadi perjalanan yang sangat memorable dalam hidup saya, dan sepertinya saya tidak akan bisa move on dari Jepang -_-. Semoga saya bisa mengambil banyak pelajaran berharga dengan perjalanan ini, bisa mencontoh hal-hal baik dari orang-orang Jepang yang bisa saya contoh. Dan perjalanan ini jauh lebih indah berkat adanya Om, Tante, dan tiga adik sepupu kesayangan. What a great journey! 🙂 Terima kasih 🙂 Happy traveling! 🙂 Apakah kamu suka traveling? Baca juga traveling ke Australia travelling ke New Zealand traveling ke Jepang pertama,kedua traveling ke Inggris traveling ke Prancis traveling ke Spanyol traveling ke Italia traveling ke Vatican traveling ke Swiss traveling Singapore Traveling ke Turki Perjalanan umrahku traveling ke Dubai traveling ke Hongkong dan Shenzhen China traveling ke Thailand With Love,
Hitemen2, vlog kali ini, gw cm share dikit mengenai pas pengalaman gw jalan2 ke Jepang. Mudah2an kalian suka yah.Subscribe, share, like & comment.Thank you Ketika Anda memutuskan untuk berlibur ke Jepang, maka Anda ingin mencari banyak informasi terkait dengan liburan Anda ke Jepang. Anda bisa mencari banyak referensi dari buku, artikel dan banyak sumber lainnya yang relevan. Hal ini akan sangat membantu Anda saat memutuskan perjalanan Anda ke Jepang. Pengalaman Jalan-Jalan Ke Tokyo Jepang Pertama Kali Walaupun ada beberapa catatan dalam perjalanan saya ke Jepang, namun secara umum Jepang memiliki kota-kota yang sangat indah dan menyenangkan, termasuk Tokyo. Berikut ini beberapa hal menarik yang ada di Jepang. Semoga bisa membantu Anda menyusun liburan! Hal Menarik Di Tokyo Tokyo, sebagai ibukota Jepang yang menjadi simbol kehidupan modern memberikan banyak kesan futuristik bagi pendatang. Namun, di balik megahnya Tokyo yang modern itu, masih terdapat keindahan kota tua yang eksotis dan cantik. Tokyo juga menjadi sebuah tempat terbaik untuk urusan perut. Anda bisa berburu banyak makanan Jepang yang unik dan menggiurkan. Ada banyak sekali pilihan makanan unik yang bisa Anda coba di Tokyo. Tidak hanya itu, Tokyo juga memberikan kesempatan untuk merasakan kenyamanan berbelanja dengan banyaknya tempat belanja terpadu. Berapa Lama Waktu Yang Dibutuhkan Di Tokyo? Untuk berlibur di Tokyo, rasanya waktu yang lama pun tidak cukup untuk Anda. Namun, kami merekomendasikan waktu ideal untuk berlibur ke kota ini, yaitu selama 5 hari saja, terutama dengan paket yang kami tawarkan. Kesan Pertama Jalan-Jalan Ke Tokyo Berikut ini beberapa tempat di Tokyo bagi yang ingin berjalan-jalan. Tsukiji Fish Market, yang merupakan pasar ikan di Jepang dan merupakan pasar ikan terbesar di dunia. Museum di Tokyo, yang terdiri dari Tokyo National Museum, Mitsubishi Ichigokan Museum Tokyo Station Area, Nezu Museum Harajuku/ Aoyama dan Tokyo Metropolitan Teien Art Museum. Wisata alam di Tokyo yang terdiri dari Shinjuku Gyoen Garden, Meiji Jingu Shrine, Nezu Museum, Institue for Nature Study, dan Tokyo Metropolitan Teien Art Museum. Candi dan kuil, seperti Meiji-jingu, Yasakuni-jinja, Kanda Myokin, Asakusa-jinja, Toshogu-jinja, Nogi-jinja, dan Namiyoke Inari-jinja. Ada pula candi budha seperti Senso-ji, Zenkou-ji, Yushima Seido, dan Zojo-ji. Aktivitas Bersama Anak Di Tokyo Ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi, antara lain adalah Disneyland Tokyo, DisneySea Tokyo, Odaiba Tokyo da Ghibli Museum. Tempat-tempat ini merupakan tempat wisata yang baik untuk anak-anak dan keluarga. Wisata Belanja Kota Tokyo Anda juga bisa berbelanja di kota yang satu ini. Ada beberapa daerah di Tokyo yang bisa menjadi destinasi wisata belanja Anda, yaitu Ginza, Mitsukoshi Department Store yang terletak di Nohombashi, Shibuya, dan Shinjuku. Dijamin, Anda akan merasakan asyiknya belanja di sana. Tentunya jawabannya tergantung pada budget dan isi kantong Anda. Anda bisa mengikuti beberapa paket wisata ke Jepang yang tentunya memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan berangkat sendiri karena paket wisata sudah kerjasama dengan maskapai penerbangan dan hotel. Anda bisa mencari banyak tempat yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Biasanya, ada beberapa penginapan yang nyaman dan memiliki cita rasa khas jepang yang tradisional namun sangat cantik. Anda juga bisa menginap di beberapa hotel berbintang. Kapan Waktu Liburan Terbaik Ke Tokyo? Kami sarankan Anda untuk liburan ke Tokyo kapan pun. Tokyo memiliki pesonanya tersendiri setiap musim. Namun, jika Anda ingin merasakan asyiknya menonton bunga Sakura yang mekar, Anda bisa berkunjung pada musim semi. Nah, itu tadi beberapa hal yang penting untuk dipertimbangkan sebelum berangkat ke Tokyo. Semoga, liburan Anda aman dan menyenangkan, ya! Jadijalan-jalan itu selalu seru dan menyenangkan. Nah yang ke Jepang kemarin, ada 1 yang baru ikut. Dan entah kenapa suasana jalan-jalan nya itu sangat tidak mengenakan. Semua pada egois, tidak mau mengalah, kalau akhirnya mengalah pun, suasananya tetep jadi ga enak. Yang follow saya di sosmed pasti tahu kalau saya baru pulang dari Jepang dua minggu yang lalu. Dan sampe hari ini masih gagal move on. Masih pengen ke Jepang lagi, Ya Allah. *kemudian amin yang kenceng* Begitu saya nyampe Jakarta lagi, saya banyak dapet message, email, DM apa lah nanya-nanya soal Jepang, mulai dari itinerary sampe soal makan. Duh, makan aja pake nanya. Bhahahahahahak. 😂 Ya udahlah, dari pada saya jawab satu-satu, tulis di blog aja. Kalo ada yang nanya lagi kan tinggal nyodorin link blog. *ihik* Jadi apa tips & tricks traveling ke Jepang sebelum berangkat? Cari Temen Jalan Ini dulu yang penting. Hahaha. Kalau sudah ketemu temen travelingnya, berburu tiket dan nyari tanggalnya lebih enak. Asal kompak. Tapi kalau merasa lebih asik solo traveling ya ngga apa-apa juga. Saya kemarin agak nekat mengiyakan ajakan ke Jepang ini. Masalahnya saya ngga kenal-kenal banget sama mereka ini. Oke lah, saya kenal Goenrock udah hampir 10 tahun, tapi saya belum pernah traveling bareng Goen. Lalu ada Dwika, yang saya kenal lewat twitter. Ya kenal gitu-gitu doang. Ngga pernah hang out bareng juga. Ketemu juga paling di acara-acara brand. Lalu ada Tbputera dan Nuri. Mereka apa lagi, cuma tau-tau dari twitter doang. Ketemu di acara juga paling papasan doang. Ngobrol? Ngga pernah. Hahahahahaha. 😅 Lalu tiba-tiba temen jalannya tambah 5 orang lagi – Dmaz, Lala, Gupta, Uci & Pikar – yang totally stanger buat saya. Belum pernah ketemu, ngga kenal sama sekali, blank mereka siapa. Kenapa mau? Well ini Jepang, man! Bucket list banget. Dapet tiket murah pula. Makanya berangkat ke Jepang kemaren, saya tanpa ekspektasi sama sekali. Pasrah. Ya kalo ngga asik, paling saya jalan sendiri, bikin itinerary sendiri. Gitu sih. 😌 Tapi ternyata 9 orang ini punya level ketidakwarasan yang sama. Ya adalah ngeluh-ngeluh dikit, tapi ngga ganggu. Becandaannya juga langsung nyambung. End up malah jadi seru banget. These bunch of people suddenly becoming my extended family and possibly another traveling buddies! my lovely traveling buddies! Berburu Tiket Murah Abis dapet temen travelingnya, saatnya nyari tiket. Kenapa tiket promo? Karena bisa menghemat sekian juta budget ke Jepang. Masalahnya ngedapetinnya gampang-gampang susah. Rajin-rajin aja dateng ke acara travel fair yang makin banyak diadakan di mana-mana itu. Tinggal pilih aja harga termurah yang mana. Di sana juga bisa sekalian pilih tanggal. Nah biasanya nih, karena orang-orang ke Jepang itu ngejar Sakura lagi ngembang, untuk keberangkatan bulan April kadang-kadang black out sama travelnya alias ngga ada tiket promo. Tapi kadang ya bisa juga. Kuncinya rajin dateng ke acara travel fair dan kudu datang pagi-pagi supaya dapet tanggal yang dipengenin. Persiapan Itinerary Temen jalan sudah, tiket udah dapet, waktunya bikin itinerary. Tentuin tujuan mau ke mana. Destinasi-destinasinya mau apa aja. Mau pindah-pindah kota kah? Atau cuma seputar Tokyo? Ini penting supaya kita tau kita perlu beli JRPass atau ngga, atau malah harus beli jenis tiket lainnya, dan persiapan duit untuk biaya travel ini. Kalau pergi rame-rame, jangan maksa itinerary harus sama. Kan tiap orang punya bucket list masing-masing. Saya kemaren juga ada kok waktunya misah-misah sendiri dan waktunya rame-rame ber-10. Intinya, tetep happy mau ke mana pun itu. Kami kemaren punya itinerary ambisius. Maklum first timer. There’s a lot things to see and do! Ujung-ujungnya beberapa tempat batal dikunjungi karena waktunya ngga cukup. Sad. 😢 Persiapan bikin itinenary. Booking Hotel/Hostel/AirBnb Kalau itinerary sudah selesai, sudah tau mau berkunjung ke mana aja, waktunya menentukan mau nginep di mana aja. Ini sekali lagi sangat tergantung dari itinerary yang udah dibuat. Kalau kami kemaren memutuskan untuk menyewa AirBnb di Osaka, Kyoto dan Tokyo karena lokasi-lokasi yang ingin kami kunjungi berada di dan around kota-kota tersebut. Kenapa AirBnb? Karena kami ber-10. Secara hitungan akan lebih hemat kalau kami menyewa tempat dari AirBnb, ketimbang hotel dan tentunya lebih private untuk kami ber-10 ketimbang di hostel. Apply for Visa Tiket udah, itinerary udah, tempat stay udah, saatnya apply visa. Ini penting. Banget. Karena dapet visa Jepang tuh sekarang lagi susah gara-gara banyak WNI yang overstay ngga pulang-pulang. Jangan mepet-mepet bikinnya, takut ngga keburu walaupun kalo baca di website kedutaan Jepang sih waktunya cuma 4 hari. Ada temen saya kapan tau nanya ke saya bikin visa berapa lama. Ternyata dia belum apply visa padahal berangkat dua minggu lagi. Gimana deh itu. 😂 Visa Jepang untuk single entry itu ada dua jenis. Visa biasa dan visa waiver. Visa waiver ini khusus untuk kalian yang udah punya e-passport. Persyaratannya juga beda. Visa waiver gratis. Silahkan baca di website kedutaan Jepang mengenai persyaratan visa ya. Untuk visa waiver bisa baca di sini. Perlu beli JRPass atau ngga? Ini tergantung destinasi kalian mau ke mana aja sih. Ini kenapa itinerary penting banget untuk jadi duluan. Karena bisa menentukan butuh beli JRPass atau ngga. Kalau memang banyak pindah-pindah kota, JRPass perlu. Karena sangat menghemat biaya. Tinggal memutuskan mau beli untuk yang berapa hari. Sekarang sih JRPass bisa dibeli di Jepang, tapi masih trial. Amannya beli di Indonesia aja. Saya kemarin beli di HIS Travel. Ada beberapa temen saya beli JRPass di Tripvisto. Ada beberapa travel lain yang juga menjual JRPass. Silahkan tentukan mau beli di mana sesuai budget. Selain JRPass perlu apa lagi? Beli kartu Pasmo atau Suica. Ini berguna untuk membayar biaya transportasi ke destinasi yang ngga dilalui JR line atau harus berganti-ganti jalur dan beberapa jalur itu bukan JR line. Pasmo dan Suica ini juga berguna untuk bayar bus, belanja di vending machine atau di mini market macam 7-11 atau Family Mart. Selain itu? Ini lagi-lagi pentingnya itinerary. JR juga macem-macem. Ada JR east dan west. Kalau kalian cuma main-main di Tokyo dan sekitar, lalu itinerarynya daerah timur atau barat, dari pada beli JRPass, beli JR Widepass aja. Infonya bisa baca di sini. Untuk travel dalam kota, ada juga one day pass ticket. Ini juga tergantung itinerary. One day pass ini macem-macem harganya. Ada bisa khusus buat subway aja, ada yang bisa buat subway plus bus. Bisa jadi hemat banget beli one day pass ketimbang ngisi kartu Pasmo atau Suica, kalau memang udah tau destinasi mau kemana aja selama di kota. Informasinya bisa liat di sini ya. Oh iya, jangan lupa download aplikasi bernama NaviTravel. Ini berguna banget buat mengetahui moda apa aja yang harus kalian naikin untuk sampai ke destinasi tujuan kalian dan berapa lama. Di situ lengkap banget pilihannya. Dan GoogleMap, jangan lupa. In case nyasar. Koneksi Internet gimana? Nah ini juga penting. Sebagai netijen, penting buat eksis di sosmed selama di Jepang. Bhahahahahahak. 😌 Gimana soal koneksi internet di Jepang? Kalo roaming kan mahal banget! Ya gitu lah pertanyaan yang saya dapet pulang dari Jepang. Sebenernya Jepang itu termasuk negara yang ada wifi di mana-mana sih. Tapi itu di kota. Gimana kalau ke kota-kota kecil? Ada beberapa cara sih. Pertama, beli simcard lokal. Solusi paling gampang. Masalahnya Jepang ini bukan negara dengan orang-orang yang mahir berbahasa Inggris. Ini ngga jadi opsi saya kemaren, karena nanti susah buat aktivasi kartunya. Hehehehehe. 😁 Kedua, sewa wifi portable. Banyak kok travel yang menyediakan sewa wifi portable ini. Bisa sewa patungan rame-rame buat 1 device. Jenisnya juga macem-macem. Kuotanya juga macem-macem. Tinggal pilih sesuai kebutuhan. Kekurangannya? Mahal. Kita juga mesti nyediain deposit. Dan begitu kita pulang ke Indonesia, kudu balikin devicenya. Repot kalo buat saya mah. Ketiga, ini solusi paling praktis dan gampang buat saya. Pake XLPass. Iya, XL. Provider Indonesia. Khusus buat roaming namanya XLPass. Jenisnya macem-macem. Asli lah ini udah praktis banget buat saya. Tinggal aktifin di hape, sampe Jepang langsung berfungsi dengan baik dan lancar. Kalau cuma sekedar eksis di sosmed mah cincai. Lancar jaya! Trus ngga pake mahal. *bahagia* 😌 Silahkan check di sini buat mengetahui kebutuhan kalian soal kuota dan harganya XLPass. Selain buat eksis di sosmed, koneksi internet ini penting buat buka si aplikasi NaviTravel dan Google Maps selama di Jepang. Juga buat berkomunikasi dengan teman-teman seperjalanan kalo pas lagi misah. Perlu bawa makanan dari Indonesia ngga? Sungguh. Saya menerima pertanyaan ini waktu pulang dari Jepang. Bhahahahahak. Asli bingung jawabnya. Saya sendiri sih ngga bawa. Bawa juga titipan temen-temen yang merantau di Jepang. Tapi ada beberapa temen perjalanan saya yang bawa, mulai dari kopi sampe ke granola. Intinya, liat ke diri sendiri deh. Kalo susah makan dan suka home sick, bawa aja comfort food andalan dari Indonesia. Kalo ngga, ya ngga usah. Cari makan di Jepang tuh gampang kok. Kami kemaren tiap kali pulang dari mana-mana, begitu keluar stasiun jalan kaki menuju AirBnb, mampir dulu either ke 7-11 atau Family Mart atau apalah mini market terdekat. Beli sarapan buat besok paginya. Karena kami tinggal di AirBnb, di mana tersedia juga microwave, besoknya tinggal dipanasin. Praktis! Gimana? Kalau masih mau ada yang ditanya masih terbuka kok ruang japri. Hahahaha. Selamat jalan-jalan ke Jepang! Mau ajak-ajak saya boleh lhooooo… ☺️
Tothe Promised Land. Jalan-jalan ke Jepang ini adalah perjalanan perdana gw ke luar negeri. Jalan-jalan ini tanpa agen travel, itinerary ke jepang selama 9 hari ini disusun sendiri oleh teman yang sering bolak-balik ke Jepang. Di perjalanan ke jepang ini gw menuju berbagai kota: Tokyo, Osaka, Kyoto, dan terakhir Fuji.
Review naik pesawat JAL ke Jepang ini saya buat karena sebelumnya saya sudah bikin review naik pesawat ANA di “Rasanya Naik Pesawat ANA?” . Nah, silakan bagi kamu yang bingung mau naik yang mana di antara All Nippon Airways ataupun Japan Airlines, bisa membaca review kedua penerbangan jempolan dari Jepang ini. Duh, sudah berkali-kali naik penerbangan terbaik Jepang, tapi belum pernah naik Garuda Indonesia nih. Kedip-kedip siapa tahu dapat sponsor ke Jepang dari Garuda Indonesia, he-he-he. Berikut ini adalah sedikit cerita pengalaman saya naik pesawat ke Jepang dengan JAL. Soekarno Hatta Internasional Terminal 2 ⇒ Bandara Narita Internasional Terminal 2 /JAL 726 4 Maret 2017 2125 WIB 5 Maret 2017 0635 waktu Jepang Sayangnya, saya nggak bisa membocorkan harga tiket pesawat Japan Airlines. Maklum, semua dibiayai oleh sponsor. Jadi, saya akan membahas tentang pengalaman saya naik pesawat JAL saja ya. ^^ Karena ini bukan kali pertama naik pesawat milik Jepang, saya sudah sedikit santai. Pertama, dari segi keamanan saya sudah sangat yakin sehingga lebih tenang dan bisa duduk cantik di kursi tanpa deg-degan lagi. Ternyata di luar dugaan, banyak lho orang Indonesia yang naik pesawat ini! Saat duduk di kelas ekonomi, rasanya seperti nggak ada orang Jepang nya. Karena sebagian besar penumpanganya adalah orang Indonesia. Kursinya terbagi dalam urutan 2-3-2. Sialnya, saya dapat yang tiga banjar dan dapat kursi di tengah. Jadi susah gerak deh. Namun, memang yang selalu saya keluhkan adalah tempat duduknya kurang nyaman. Selama perjalanaan saya nggak bisa tidur sama sekali. Jadi sampai di Jepang saya jadi zombie! Soal makanan, saya mendapatkana makanan khas Jepang. Sayangnya, untuk rinciannya saya kurang begitu ingat karena ngatuk berat tetapi nggak bisa tidur. Alhasil saya hanya makan salad dan buahnya saja. Bayangkan kamu dipaksa sarapan saat masih dini hari begitu, wkwk. Maklum, namanya juga penerbangan malam. Makan pokok saya saya berikan untuk penumpang di kursi sebelah. Kalau tidak salah, makanan utama berupa miso soup dan soba. Kamu juga mendapatkan satu set Yakult. Minuman lain yang ditawarkan adalah wine, kopi, jus, dan teh. Bandara Narita Terminal Internasional Terminal 2 ⇒ Soekarno Hatta Internasional Terminal 2 /JAL 729 16 Maret 2017 1800 waktu Jepang 17 Maret 2017 0010 WIB Sementara itu, pengalaman balik ke Indonesia ini lebih kerasa Jepangnya. Karena mayoritas penumpang di kelas ekonomi juga orang Jepang. Saya sendiri duduk berdampingan dengan seorang nenek dari Jepang. Kami asik mengobrol saat makan malam. Untuk menunya, saya tidak memfoto karena sudah tepar berhari-hari jalan kaki di Jepang. Kalau dihitung-hitung, sepertinya jauhnya jalan kaki saya di Jepang selama 12 hari ini sama seperti jumlah jalan kaki saya di Indonesia selama 1 tahun! He-he-he. Maklum suka mager di tempat tidur. Ada catatan yang bisa kamu jadikan referensi jika akan terbang dengan JAL. Check-in sendiri di tempat yang disiapkan saat naik pesawat JAL ke Jepang Apakah JAL melayani check-in penumpang? Sebenarnya, mereka melayani check-in penumpang, khususnya untuk penumpang luar Jepang yang sering kebingungan. Saat berangkat, saya dibantu untuk check-in oleh petugas check-in barang. Ampun ya mas. Barulah saat balik ke Indonesia, saya menyempatkan waktu untuk hangout di Bandara Narita dan mempelajari semuanya biar nggak gaptek lagi. Saya sengaja datang dua jam sebelum waktu check-in barang untuk muter-muter mengagumi arsitektur bandara dan mempelajari teknologinya. Hangout di Salah Satu Kafe di Narita Saya juga belanja oleh-oleh, makanan sore di kafe, hingga mencoba coin locker bandara. Akhirnya, melihat sebuah alat untuk check-in sendiri. Yang kamu butuhkan adalah paspor. Kamu cukup men-scan paspor dan memasukan kode booking. Maka sudah bisa check-in di sini. Nggak perlu antre panjang dan kamu juga bisa milih tempat duduk. Di sini disediakan banyak tempat check in mandiri, jadi makin nyaman deh. Barulah setelah mendekati waktu boarding, saya melakukan check-in bagasi. Perhatikan barang bawaan saat naik pesawat JAL ke Jepang Oh iya, saat akan terbang masuk ataupun keluar dari Jepang, kita nggak boleh membawa sayuran hidup dan tanaman lain sepeti bunga ya. Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit tanaman, baik masuk atauun keluar dari Jepang. Jadi disortir lagi barang yang kamu bawa sudah sesuai dengan kebijakan atau belum. Artikel Terkait Tips Lolos Imigrasi dengan Bebas Visa Jepang Tips Menginap di Bandara Internasional Kansai Gratis Cara Mudah Transfer Pesawat Domestik ke Internasional di Bandara Haneda Inilah sedikit review pengalaman naik pesawat ke Jepang JAL. Semoga bisa menjadi sedikit gambaran buat kamu yang mau backpacker ke Jepang, Jadi begini ya rasanya naik pesawat ke Jepang? ha-ha-ha. Senang dengan review ini? Bagikan dengan teman dan travel buddies Anda dengan menggunakan tombol social media share dibawah ini!
Mulaidari alat mandi, pernak-pernik, sampai alat rumah tangga. Harganya pun tak lebih dari 15.000 rupiah saja/item. Dengan mengikuti tips jalan jalan ke Jepang di atas, saya rasa dengan budget 9 juta kamu sudah bisa menikmati keindahan Negeri Sakura. Jadi tunggu apalagi, angkat ranselmu dan segera jelajahi Jepang sekarang juga!
Namjatownadalah pengalaman indrawi, dari aroma makanan Jepang yang lezat hingga lampu-lampu atraksi taman yang berkelap-kelip. Setelah kunjungan penuh energi ke Namjatown, mungkin pecinta kuliner yang lapar dapat menjelajahi jalan-jalan kota dan mencoba beberapa hidangan di beberapa restoran terbaik Tokyo?
.
  • tzrwb2669g.pages.dev/386
  • tzrwb2669g.pages.dev/264
  • tzrwb2669g.pages.dev/116
  • tzrwb2669g.pages.dev/440
  • tzrwb2669g.pages.dev/328
  • tzrwb2669g.pages.dev/310
  • tzrwb2669g.pages.dev/452
  • tzrwb2669g.pages.dev/233
  • pengalaman jalan jalan ke jepang